Hamzah Bertrand Prayoga

Makanan Khas Kota Semarang

Hamzah Bertrand Prayoga

XI RPL 2 (12)/207603

MAKANAN KHAS KOTA SEMARANG


Beberapa tampilan Makanan Khas dari Kota Semarang

LUNPIA

Lunpia menjadi makanan khas Semarang bermula dari perkawinan kuliner Tiongkok dan Jawa sejak ratusan tahun yang lalu.
Sajian bercitarasa manis nan gurih berisi rebung, ayam, udang dan digulung kulit tipis berbahan dasar terigu ini menghiasi di setiap sudut ibu kota Provinsi Jawa Tengah, Semarang. Kudapan ini begitu populer dari dijajakan di kaki lima, restoran, hingga menjadi buah tangan khas kota ini.

Penamaan lumpia atau lunpia berasal dari dialek Hokkian, “lun” atau “lum” berarti lunak dan “pia” artinya kue. Pada awalnya lumpia Semarang tidak digoreng, sehingga sesuai dengan makna lumpia, kue yang lunak.


WINGKO BABAT

Wingko adalah sejenis kue yang terbuat dari kelapa muda, tepung beras ketan dan gula. Cita rasanya gurih dan manis berpadu dalam satu gigitan. Ada tekstur renyah dari kelapa yang bikin asyik saat mengunyah wingko apalagi kalo ditemani secangkir kopi hitam panas.

Wingko biasanya berbentuk bundar biasa disajikan dalam keadaan hangat dan dipotong kecil-kecil. Wingko dapat dijual dalam bentuk bundar yang besar atau juga berupa kue-kue kecil yang dibungkus kertas. Kombinasi gula dan kelapa menjadikan kue ini nikmat. Harga kue ini dapat bervariasi tergantung tempat menjualnya dan merek wingko ini.


TAHU BAKSO

Seperti namanya, Tahu Bakso ialah kombinasi dari tahu dan bakso. Lebih tepatnya tahu yang diisi dengan bakso. Isi merata ditengah-tengah tahu dengan komposisi dagingnya lebih banyak & tidak terlalu banyak bahan pengisi lainnya. Daging sebagai pengisi didalamnya bisa daging Ayam atau Sapi.

Nikmat dimakan hangat-hangat, apalagi dipadukan dengan saos sambal yang pedas ataupun dimakan dengan cabai rawit hijau. Aroma bakso yang menyengat ketika digigit. Rasanya gurih dan tidak terlalu asin, membuat pasti ketagihan untuk terus menerus menyantap setiap potongannya.


BANDENG PRESTO

Bandeng prèsto adalah makanan khas Indonesia yang berasal dari Kota Semarang, Jawa Tengah. Makanan ini dibuat dari ikan bandeng (Chanos chanos) yang dibumbui dengan bawang putih, kunyit dan garam. Ikan bandeng ini kemudian dimasak pada alas daun pisang dengan cara presto.

Ikan bandeng ini kemudian dimasak pada alas daun pisang dengan cara presto. Presto adalah cara memasak dengan uap air yang bertekanan tinggi. Makanan yang dimasak dengan cara ini diletakkan dalam panci yang dapat dikunci dengan rapat. Air yang berada di dalam panci ini kemudian dipanaskan hingga mendidih. Uap air yang timbul akan memasak makanan yang berada di dalam panci ini. Karena ikan bandeng terkenal memiliki banyak duri, bandeng presto adalah makanan yang digemari karena dengan cara masak presto duri-duri ini menjadi sangat lunak.


MIE KOPYOK

Mi kopyok ini merupakan salah satu makanan khas kota Semarang yang susah ditemukan di tempat lain. Mi kopyok kebanyakan dijajakan dengan gerobak keliling dari kampung ke kampung.

Mi kopyok atau mi lontong juga disebut sebagai mi teng-teng karena penjualnya suka memukul piring dan berbunyi “Teng-teng-teng” sebagai tanda untuk memasarkan dagangannya.


SOTO BANGKONG

Soto Bangkong berdiri sejak tahun 1950. Pemilik soto ini bernama H. Soleh Soekarno. Awalnya soto ini dijajakan dengan menggunakan angkring bambu yang dipikul dengan berjalan kaki. Lebih dari 66 tahun Pak Soleh merintis usaha warung soto miliknya hingga saat ini. Walaupun telah lanjut usia Pak Soleh dibantu dengan beberapa karyawannya tetap setia menjalani usahanya

Soto Bangkong berdiri sejak tahun 1950. Pemilik soto ini bernama H. Soleh Soekarno. Awalnya soto ini dijajakan dengan menggunakan angkring bambu yang dipikul dengan berjalan kaki. Lebih dari 66 tahun Pak Soleh merintis usaha warung soto miliknya hingga saat ini. Walaupun telah lanjut usia Pak Soleh dibantu dengan beberapa karyawannya tetap setia menjalani usahanya


BABAT GONGSO

Kuliner khas Semarang yang selanjutnya ada babat gongso. Masakan dengan cita rasa manis karena penggunaan kecap.

Kata gongso dalam nama makanan khas Semarang ini berarti tumis, yang mana hasil dari masakan ini disajikan tanpa kuah.

Babat yang digunakan adalah babat segar yang dipotong kecil-kecil dan dicampur dengan bumbu gongso.


TAHU GIMBAL

Tahu Gimbal adalah kuliner khas kota Semarang. Makanan ini terdiri dari campuran tahu yang digoreng, kol yang dirajang, tauge, telur serta lontong dan disajikan dengan siraman bumbu kacang encer/cair yang begitu khas, karena menggunakan petis udang.

Tapi perlu kalian ketahui jika nama gimbal disini bukanlah diambil dari penjualnya yang memiliki rambut gimbal. Namun gimbal adalah sebuah gorengan yang terbuat dari udang yang digoreng dengan tepung sampai menjadi garing. Makanan yang renyah ini disajikan bersama dengan campuran tahu dan lontong tersebut.


Dan itulah beberapa makanan khas dari kota Semarang, selamat mencoba untuk yang tertarik dengan makanan tersebut, masih banyak lagi makanan khas Semarang, jangan lupa mampir juga untuk teman-teman yang sedang tamasya ke Semarang.


Terimakasih